Profesor Universitas Nasional Seoul: ‘Eksplorasi Mega Star Asia G-Dragon dan Pengaruhnya Terhadap Hallyu Wave’

167

Artikel ini ditulis oleh Prof. Hong Suk Kyung dari Universitas Nasional Seoul. Atas penelitiannya dengan judul “Eksplorasi Hallyuwave Seorang Superstar, G-Dragon” yang dirilis pada 15 Oktober 2017 kemarin. Dalam tulisannya, Beliau memaparkan bagaimana pengaruh besar G-Dragon untuk perkembangan masif Hallyu Wave ke seluruh dunia.

G-Dragon, Leader BIGBANG telah menyelesaikan World Tour keduanya yang dimulai pada bulan Juni di Stadion Piala Dunia Seoul. ‘ACT III MOTTE’ adalah tur Solois Asia berskala terbesar yang diselenggarakan di 19 Negara, 29 Kota sebanyak 36 pertunjukkan.

Panggung M.O.T.T.E begitu artistik dengan design merah menyala sesuai dengan tema tournya ‘Moment Of Truth The End’, yang memiliki filosofi sebagai makna atas kelahiran dari ‘Kwon Ji-Yong’.

‘Moment Of Truth The End’ mengajak kita untuk kembali menyaksikan sisi lain dari Mega Star Asia ini, Sisi lain yang ingin ia tunjukkan kepada kita, bukan sebagai G-Dragon, tetapi sebagai Kwon Ji-Yong. Sisi lain yang tak pernah kita saksikan pada diri G-Dragon.

Dalam paragraf kedua, Prof. Hong menuliskan,
Jika grup K-Pop lain yang saat ini sukses harus mewajibkan diri untuk memperkuat fandom untuk suatu kepentingan yang ingin diraih, tetapi tidak untuk G-Dragon. Ia tidak perlu lagi membuktikan seberapa tinggi ‘Nilai’nya.

Dia adalah bintang terbaik yang dimiliki Korea Selatan dan budaya hallyuwave. Dia telah aktif menulis lagu sejak usia 13 tahun. Dari mulai belajar menulis lirik hingga menjadikan dance sebagai rutinitasnya sehari-hari. Kemudian ia melakukan debutnya melalui sebuah perusahaan Entertainment yang saat ini telah menjadi perusahaan berskala besar di Korea Selatan.

G-Dragon adalah bintang besar yang bertahun-tahun melakukan perkembangan besar dan kinerja yang progresif. Sebagian besar idola dalam sistem entertainment ini kurang menyadari betul apa yang menjadi fokusnya. Namun berbeda dengan G-Dragon, dia mahir mengekspresikan dirinya melalui lagunya. G-Dragon mengangkat norma dan kultur masyarakat Korea dengan video musik yang simbolis dan sensibilitas yang berisikan sebuah pesan kepada masyaramat

Gaya busana G-Dragon diatas panggung mempunyai ciri orisinal yang unik dengan memadukan gaya maskulinitas dan feminimitas yang seksi dengan citra kepercayaan diri yang tinggi. G-Dragon, adalah seorang Bintang yang di miliki Korea. Lagu-Lagu baladanya adalah salah satu lagu paling di ingat liriknya yang sangat disukai orang Korea kontemporer, lagu-lagu dance songsnya melampaui generasi dalam budaya populer Korea, jika Anda melakukan studi tentang seorang Superstar, Dia akan menjadi target pertama, G-Dragon sebagai Prince of Korean Bowie. (Bowie=Bow adalah adalah salam membungkuk di korea Selatan. G-Dragon selalu menjadi image “The Proper Bowing” di korea Selatan karena dia selalu membungkuk dengan benar busur 90°).

Menatap ke depan, G-Dragon akan kesepian dan bahunya akan semakin berat. Namun dengan dedikasinya yang tinggi saya berharap dia selalu berada di atas panggung untuk waktu yang lama. Ungkap Professor Hong di penutup artikelnya.

Sementara itu tidak hanya menjadi pusat penelitian Hallyuwave oleh profesor di Universitas Seoul, Karya-karya ciptaan G-Dragon juga menjadi sebuah pembahasan di sebuah konferensi internasional yang membahas Demam Korea digelar di Dubai, Uni Emirat Arab selama dua hari di tahun 2015 yang lalu. Berjudul ‘Hallyu International Conference’, sekitar 200 ahli berkumpul.

Namun yang paling menarik perhatian adalah pernyataan dari salah satu presentasi yang dibawakan oleh Dr. Ute Fendler dari Universitas Bayreuth. Ia memuji karya-karya G-Dragon lewat presentasinya dan menyebut sosok leader Bigbang itu sebagai seorang yang kreatif.

“G-Dragon tidak hanya membuat video musiknya agat terlihat keren, Kalian juga harus memperhatikan kreativitas yang dibuatnya, juga dalamnya G-Dragon pemahaman soal kemanusiaan,” kata sang doktor.

“Tidak ada video musik musisi Eropa yang bisa menandingi video musik G-Dragon. Kau bisa melihat bahwa dia sangat mengerti mitologi dan sejarah kebudayaan Barat, tetapi video musiknya ia tetap memasukkan cita rasa Korea,” lanjutnya.

Profesor Ute juga memberikan kritikan pedas pada penikmat video musik artis YG Entertainment itu. Terutama pada orang-orang Korea yang dirasa kurang memberikan apresiasi kepada G-Dragon.

“Aku merasa entah kenapa orang-orang Korea kurang merasakan secara mendalam karya-karya G-Dragon,” tandasnya.

Bagaimana menurut kalian?

Source: naver
Trans and re-write: YGStanINA ( https://line.me/ti/p/%40ozd4309g )
CoppaMagz
>jieun
#CM_BIGBANG #CM_YGStanINA

You might also like
Comments