Park Kyung Meminta Maaf Karena Pernah Membully Saat SMP

0

Seorang netizen (A) mengunggah postingan di Instagram mengaku sebagai korban bully Park Kyung Block B saat di bangku SMP dulu.

A menjelaskan Park Kyung memalak korbannya di gerbang belakang sekolah, merokok, dan minum alkohol padahal masih di bawah umur. A juga mengungkapkan Park Kyung adalah sosok menakutkan terutama bagi murid yang lemah. Ia memilih memukul teman yang menyandang disabilitas, lebih kecil, lebih muda, atau lebih lemah darinya.

Mendapat banyak pertanyaan, A kemudian menambahkan caption postingannya untuk menjelaskan alasannya baru bercerita sekarang. A beralasan karena saat di Block B Park Kyung tidak terlalu menonjol dan tidak sering tampil sendiri jadi tidak terlalu mengganggu, namun belakangan kenangan buruk itu kembali menghantui sejak Park Kyung disebut sebagai “pria yang menjunjung kebenaran”.

Melalui Twitter resminya, Park Kyung kemudian mengunggah pernyataan dan permintaa maaf.

“Halo, ini Park Kyung.

Aku telah melihat sebuah postingan tentang masa-masa sekolahku.

Aku minta maaf. Aku dengan tulus meminta maaf kepada orang-orang yang terluka karena perbuatanku saat itu, dan kepada orang-orang yang terluka karena kenangan hari-hari itu muncul setiap kali mereka melihatku.

Saat masih di bangku SD, aku adalah anak yang hanya tau belajar. Tapi, entah kenapa, aku diejek atau dipandang rendah oleh anak-anak lain seusiaku karena itu.

Aku lebih kecil dari teman-temanku, dan aku membawa kenangan itu saat masuk SMP.

Aku tidak suka dilihat sebagai “siswa teladan”. Aku suka perhatian dan anak-anak yang suka bermain-main terlihat keren bagiku.

Aku ingin bergaul dengan mereka, dan aku melakukan hal-hal yang memalukan dengan mereka. Aku pikir jika bersama mereka, maka orang-orang tidak akan meremehkanku.

Aku sangat menyesali ketidakdewasaanku di masa muda.

Aku sangat menyadari bahwa ketika aku menjalani kehidupan yang sibuk selama ini, orang yang aku sakiti tidak akan pernah bisa melupakan kenangan itu, dan rasa sakit itu tidak pernah bisa dibenarkan.

Aku meminta orang yang terluka olehku menghubungiku secara langsung atau melalui agensi. Aku ingin bertemu secara pribadi untuk meminta maaf.

Aku khawatir setelah membaca ini, kamu mungkin berpikir aku tidak konsisten atau berpikir ini semua pura-pura. Namun, sepertinya aku akan lebih malu jika aku mengeluarkan pernyataan melalui agensi, jadi aku menulisnya secara langsung.

Sekali lagi aku minta maaf.”